Om Swastyastu Saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani
Setelah revolusi industri, jutaan orang terlibat dalam memproduksi barang dan menyediakan jasa. Hasilnya adalah upah yang lebih besar dan pada akhirnya pendapatan yang lebih banyak. Kemajuan besar dalam teknologi juga menciptakan mesin-mesin yang mengambil alih pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga serta biaya. Alhasil, banyak orang memiliki lebih banyak waktu luang. Dengan adanya faktor-faktor ini, pada pertengahan tahun 1900-an, sarana transportasi umum yang lebih mudah terjangkau tersedia, sehingga arus pariwisata pun terbuka.
Idealnya, pariwisata adalah bisnis ’semua-pihak-untung’. Konsumen meninggalkan rutin normalnya dan dimanja, dihibur, atau dididik. Namun, apa untungnya bagi penyedia jasa wisata? Pariwisata internasional adalah penghasil mata uang asing. Kebanyakan negara membutuhkan mata uang asing untuk membeli barang dan jasa yang harus mereka impor.
Sewaktu pariwisata internasional dimulai, pengalaman mengunjungi negeri asing jarang memuaskan banyak pelancong—padahal perjalanan pada saat itu tidak mudah. Akan tetapi, dewasa ini, komunikasi massa memungkinkan banyak orang melirik dahulu tempat tujuan yang jauh melalui televisi tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan demikian, tempat-tempat rekreasi kini tertantang untuk membuat kunjungan menjadi pengalaman nyata yang menyenangkan seraya menyediakan kenyamanan seperti di rumah sendiri atau bahkan yang lebih baik. Selain itu, karena ada banyak turis yang sering berwisata, tempat-tempat tujuan di dunia sering kali saling bersaing.
Hal ini telah menghasilkan atraksi dan resor-resor yang spektakuler. Misalnya, perhatikan sebuah hotel mewah yang sangat besar . ”Properti ini telah dirancang untuk menjadikan pengalaman Anda benar-benar tak terlupakan,” ”Tapi, bukan itu saja tujuan kami. Kami ingin interaksi Anda dengan warga kami juga menjadikan pengalaman liburan Anda tak terlupakan.” Bagaimana resor-resor demikian memuaskan kebutuhan para tamunya?
Jika Anda pernah berwisata, apakah Anda mendapati bahwa meskipun sudah direncanakan masak-masak, tampaknya selalu ada pengeluaran-pengeluaran yang tak terduga? Penyedia wisata juga mengalami hal itu.
”Industri pariwisata dapat mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat kita yang sedang berkembang” Akan tetapi bahwa tanpa langkah-langkah yang tepat, ”problem sosial yang tak tersembuhkan juga dapat muncul”. [Kita] perlu mempersiapkan diri baik-baik disertai cukup kesadaran tentang berbagai dampak pariwisata modern.” Problem apa yang di maksudkan?
”Negara yang melayani sejumlah besar turis hampir selalu mengalami kemerosotan yang serius dan tak terduga dalam gaya hidup tradisional mereka. Di beberapa tempat, budaya setempat telah lenyap.”
Sebagai contoh, beberapa orang yang bekerja dengan turis mendapati bahwa pada akhirnya mereka mulai membayangkan, secara keliru, bahwa sang pengunjung itu senantiasa berlibur. Warga setempat bisa mencoba meniru gaya hidup yang dibayangkan ini. Yang lain tidak terpengaruh dengan cara seperti itu. Namun, dengan menghabiskan begitu banyak waktu luang mereka di kawasan rekreasi wisatawan, pada akhirnya mereka menanggalkan gaya hidup tradisional mereka. Kadang-kadang, fasilitas yang dibangun untuk para turis menjadi begitu diterima oleh warga sehingga pusat-pusat kebudayaan masyarakat setempat pada akhirnya memudar dan, di beberapa tempat, mati.
Banyak tempat tujuan wisatawan internasional yang populer menghadapi dilema seperti ini. Mereka senang menerima pendapatan yang menguntungkan dari arus pengunjung. Namun, mereka terbebani dengan problem-problem sosial yang ditimbulkan oleh industri-industri yang diciptakan guna memenuhi permintaan turis untuk memenuhi hasrat yang terlarang.
Karena beberapa manfaat terbesar dari pariwisata modern menghasilkan efek yang mengancam kelangsungannya sendiri, ungkapan yang semakin sering terdengar adalah ”pariwisata lestari”. Hal itu memperlihatkan bahwa beberapa pihak mulai sadar bahwa manfaat jangka pendek dari praktek pariwisata yang menguntungkan bisa-bisa menghancurkan sumber keuntungannya sendiri. Ada beberapa permasalahan sulit yang harus diatasi jika industri ini hendak dilestarikan untuk seterusnya.
Efek pariwisata terhadap lingkungan, dampaknya terhadap budaya asli setempat, keseiringan target dari resor dan megaresor yang berorientasi pada profit dengan tujuan nasional negara tuan rumah—hal-hal ini adalah beberapa permasalahan yang sering kali bermunculan yang harus diseimbangkan di masa-masa mendatang. Pada bulan-bulan terakhir ini, permasalahan keamanan cukup merugikan industri perjalanan, dan permasalahan ini pada akhirnya harus diatasi. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan pariwisata modern dalam jangka panjang masih belum terjawab sekarang.
Jika kali lain Anda memutuskan untuk melepas ketegangan rutin sehari-hari dan bersantai di sebuah resor yang jauh dari tempat tinggal Anda, Anda mungkin tidak akan menyepelekan industri global ini—pariwisata nasional dan internasional.




