Om Swastyastu. saya Ni Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani berkenaan dengan tugas yang sudah diberikan, saya akan menjelaskan materi pertama yang berjudul Travel Digital Milenial di Era Revolusi. Jadi, apa itu Travel Digital? Dan seberapa jauh orang-orang mengetahui hal tersebut? Dilihat dari teknologi jaman sekarang yang sudah berkembang pesat dari waktu ke waktu dan mudah pula untuk dijangkau oleh siapapun, membuat kegiatan manusia di bidang teknologi menjadi lebih efisien dan praktis. Contohnya adalah Travel Digital dalam hal booking ticket penginapan ataupun perjalanan, dan masih banyak lagi. Travel Digital sendiri memiliki peran penting dalam mengangkat industri pariwisata yang ada di setiap daerah-daerah di Indonesia. Terlebih daerah kecil di Indonesia yang kurang di ekspose wisata alamnya. Maka dengan adanya Travel Digital, masyarakat dan termasuk saya di dalamnya diharapkan dapat lebih tau bahwa “Oh, ternyata Indonesia masih banyak tempat wisata yang masih jarang dikunjungi “. Akses travelling yang sudah mudah untuk diakses dapat membuat siapapun untuk ingin kemana saja. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan dari Travel digital adalah perusahaan agent travel bisa memilih beroperasi via mobile daripada dengan menggunakan sistem konvensional. Maksudnya adalah perusahaan tidak perlu repot-repot lagi untuk membangun banyak tempat untuk perusahaan itu sendiri menjual barang yang mereka sediakan kepada masyarakat. Sehingga dengan adanya hal tersebut, perusahaan dapat meminimalisir pengeluarannya. Diperjelas lagi oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya melalui berita online Tempo.co mengatakan, “Saat ini search and share melalui digital di pariwisata sudah mencapai 70 persen. Walk in service dengan meminta customer datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata sudah tidak bisa lagi diandalkan”. Pernyataan tersebut menambah dan menegaskan untuk secara tidak langsung, para perusahaan konvensional beralih menggunakan jasa pelayanannya ke teknologi digital. Didukung dengan adanya Trend Travelling yang sebelumnya memesan tiket kendaraan, hotel, penginapan, liburan, perjalanan atau lainnya yang menggunakan agent tour mulai berpindah ke online travel digital. Para wisatawan pun tidak perlu lagi repot-repot melawan kemacetan untuk antre panjang demi mendapatkan tiket yang mereka inginkan. Dengan begitu, peran Travel Digital mempermudah para wisatawan hanya dalam satu genggaman di tangan dan dengan waktu yang singkat. Adanya Travel Digital yang mudah dalam menampilkan informasi seperti penyampain detail paket travelling pada konsumen, membuat para konsumen merasa bahwa travel digital memanglah berguna di era revolusi seperti ini. Tidak hanya itu, adanya Travel digital juga mempermudah perusahaan untuk mempromosikan penawaran apa saja yang perusahaan tersebut miliki. Sehingga peningkatan produktivitas terbuka lebar. Sebagian agent travel yang sudah mulai sadar akan teknologi digital pun perlahan mulai memikirkan untuk membuat website. Di mana website ini bisa jadi media bantu bagi para konsumen yang jauh untuk bisa memilih paket perjalanan yang mereka butuhkan. Namun untuk selanjutnya tetap dengan transaksi langsung dengan pihak agent travel. Sehingga meskipun ada peran era digital di dalamnya, tetapi tidak sepenuhnya terjadi. Kini para kaum milenial sudah masuk era digital dengan lifestylenya masing-masing yang secara tidak langsung mengubah perilakunya yang lebih kapitalis. Dilihat sekilas mungkin akan muncul anggapan bahwa adanya perkembangan di era digital justru menjadi ancaman tersendiri bagi kaum milenial yang lebih dominan ada, dalam hal ini adalah kaum milenial itu sendiri. Namun benarkah anggapan tersebut terjadi? Benarkah bahwa kaum milenial hanya mengejar lifestyle di era revolusi ini? Lalu bagaimana agar kaum milenial bisa berperan serta membantu industri pariwisata di bidang teknologi? Para kaum milenial di era sekarang ini memang cukup diherankan. Benar adanya bahwa kebanyakan kaum milenial di era sekarang ini lebih mementingkan lifestylenya ketimbang kehidupan yang lebih sosialis, dalam artian lebih sering memilih berkumpul bersama ketimbang di rumah hanya bermain handphone (masih banyak lagi contohnya) . Namun yang dapat dipetik dari anggapan tersebut adalah, dengan adanya lifestyle para kaum milenial dapat meningkatkan produktivitasnya di bidang teknologi, maka secara tidak langsung para kaum milenial telah berperan serta dalam memanfaatkan digital teknologi. Contohnya seperti para selebgram yang jika ingin berlibur, semisal salah satunya ingin ke Bali, mereka hanya memanfaatkan layar gadgetnya untuk tinggal memesan ticket liburan dengan travel digital yang mereka inginkan. Mereka tidak perlu lagi pergi menuju travel agent karena akses teknologi yang sudah praktis. Demikian penjelasan mengenai Travel Digital di Era Revolusi yang dapat saya sampaikan. Kesimpulan dari pernyataan saya adalah Travel digital memanglah membantu karena aksesnya sekarang yang lebih mudah. Untuk para kaum saya sendiri yakni kaum milenial, saya juga berharap bahwa semakin banyak para traveller yang memanfaatkan Travel Digital terlebih untuk kunjungan wisata di Indonesia, saya berharap dapat mengekspose lebih banyak lagi tempat wisata di Indonesia yang masih jarang dikunjungi terlebih di daerah terpencil. Sekian pernyataan ini ada, saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani mengucapkan banyak terima kasih jika tulisan saya ini dibaca hingga akhir namun saya juga mengucapkan maaf jika kiranya ada kalimat yang kurang enak dibaca atau bahkan tidak nyambung.




