Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing era global

Om Swatyastu, saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani akan menyampaikan hal yang mengangkat judul sebagai berikut ; Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing di era global. Berikut penjelesannya. Selamat membaca.

Menghitung objek wisata di Bali tentu tak ada habisnya. Pasalnya pulau dewata pimpinan gubernur I Wayan Koster ini memang punya banyak sekali keindahan bernilai wisata.

Sudah semestinya untuk kita lebih bekerja keras menjaga sarana prasarana serta aksesibilitas destinasi wisata agar wisatawan mancanegara yang berkunjung tidak kecewa. Selain itu, diharapkan juga untuk pemerintah memikirkan cara terbaik menjual dan memasarkan destinasi yang indah di Indonesia salah satunya dengan menggunakan kekuatan digital. Di era global ini pariwisata di Indonesia terutama di Bali tidak bisa lagi bergerak lambat namun harus dipercepat. Jika tidak, pariwisata di Bali akan mundur. Resikonya pemerintah mau tak mau harus meregulasi lagi kebijakan pemasaran pariwisatanya bila tak ingin ditinggalkan wisatawan.

Dengan menggunakan platform digital, para traveller dapat menikmati layanan wisata yang mereka inginkan. Dirambah dengan era globalisasi yang membuat persaingan dengan merebut hati wisatawan yang datang ke Pulau Bali. Bila pemerintah tidak mau berbenah dengan meregulasi kebijakan pemasaran sektor pariwisatanya, Indonesia diyakini tak kan mampu mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan asing di tahun 2019 seperti yang sudah direncanakan. Untuk bisa mencapai target itu, perlu ada kerjasama dalam mengembangkan pariwisata kita di Bali ini.

Paritisipasi masyarakat seperti mendirikan restaurant dengan menjaga kualitas dan kebersihan, juga dengan tour guide agar melayani wisatawan dengan bagus, dan masyarakat yang harus menjaga prestasi pariwisata yang sudah dicapai selama ini agar tidak mengalami penurunan, perlu ditingkatkan lagi. Oleh sebab itu, Bali harus punya cara yang efektif untuk bisa menarik minat wisatawan asing datang dan berlibur ke Bali sehingga pulau tercinta kita ini siap bersaing di era globalisasi. Lalu cara apa saja yang dapat dilakukan agar menjadikan pulau kita ini menjadi destinasi wisata yang siap bersaing di era global?

Pulau Bali terkenal akan keindahan alamnya yang sangat beragam. Tak aneh bila banyak wisatawan asing berbondong-bondong datang kemari sekadar menikmati keindahan alam yang tidak mereka temukan di negara asalnya. Meski demikian, tidak semua turis mengetahui semua destinasi menarik di Bali. Untuk itu promosi destinasi melalui brosur dengan mencantumkan nama dan petunjuk arah yang tepat, bisa menjadi solusi meningkatkan wisatawan asing berlibur. Kemudian dengan meningkatkan iklan pariwisata berbasis digital. Saat ini Indonesia memiliki situs resmi bernama Wonderful Indonesia yang langsung ditangani oleh Kementerian Pariwisata. Dengan mengupdate tempat-tempat wisata secara berkala serta menampilkan banyak foto dan tulisan mengenai destinasi tempat wisata, maka wisatawan akan semakin penasaran untuk berkunjung ke Bali.

Saya atas nama masyarakat lokal juga akan terlibat dalam membangun serta memelihara sarana dan prasarana di lingkungan pariwisata. Selain dapat memberikan informasi yang jelas tentang asal mula suatu tempat, saya juga berharap untuk dapat mengajarkan para wisatawan tentang kearifan lokal. Terlebih mengenai bahasa kita, Bahasa Indonesia. Sehingga terjadi pertukaran pikiran yang tentunya terjadi ikatan kebersamaan didalamnya. Tidak hanya itu, budaya dan tradisi Bali bisa kita ajarkan dan perkenalkan kepada para wisatawan asing. Hal ini akan menjadi salah satu nilai tambah bagi pariwisata Indonesia. Penduduk sekitar pun bisa merasakan benefit dari kedatangan para wisatawan asing yang akan mempengaruhi ekonomi mereka sehingga tidak hanya Bali saja, namun atas nama Indonesia destinasi wisata akan memiliki daya saing di era global secara internasional.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Saya Nimengucapkan terimakasih karena tulisan ini sudah dibaca. Namun tidak lupa saya mengucapkan permintaan maaf jika kiranya tulisan ini tidak sempurna dari yang diharapkan. Akhir kata, saya ucapkan Om shanti shanti shanti om.

Trevel Digital Di Era Milenial — Jusintaunguhijau

Om Swastyastu. saya Ni Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani berkenaan dengan tugas yang sudah diberikan, saya akan menjelaskan materi pertama yang berjudul Travel Digital Milenial di Era Revolusi. Jadi, apa itu Travel Digital? Dan seberapa jauh orang-orang mengetahui hal tersebut? Dilihat dari teknologi jaman sekarang yang sudah berkembang pesat dari waktu ke waktu dan mudah pula untuk dijangkau oleh siapapun, membuat kegiatan manusia di bidang teknologi menjadi lebih efisien dan praktis. Contohnya adalah Travel Digital dalam hal booking ticket penginapan ataupun perjalanan, dan masih banyak lagi. Travel Digital sendiri memiliki peran penting dalam mengangkat industri pariwisata yang ada di setiap daerah-daerah di Indonesia. Terlebih daerah kecil di Indonesia yang kurang di ekspose wisata alamnya. Maka dengan adanya Travel Digital, masyarakat dan termasuk saya di dalamnya diharapkan dapat lebih tau bahwa “Oh, ternyata Indonesia masih banyak tempat wisata yang masih jarang dikunjungi “. Akses travelling yang sudah mudah untuk diakses dapat membuat siapapun untuk ingin kemana saja. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan dari Travel digital adalah perusahaan agent travel bisa memilih beroperasi via mobile daripada dengan menggunakan sistem konvensional. Maksudnya adalah perusahaan tidak perlu repot-repot lagi untuk membangun banyak tempat untuk perusahaan itu sendiri menjual barang yang mereka sediakan kepada masyarakat. Sehingga dengan adanya hal tersebut, perusahaan dapat meminimalisir pengeluarannya. Diperjelas lagi oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya melalui berita online Tempo.co mengatakan, “Saat ini search and share melalui digital di pariwisata sudah mencapai 70 persen. Walk in service dengan meminta customer datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata sudah tidak bisa lagi diandalkan”. Pernyataan tersebut menambah dan menegaskan untuk secara tidak langsung, para perusahaan konvensional beralih menggunakan jasa pelayanannya ke teknologi digital. Didukung dengan adanya Trend Travelling yang sebelumnya memesan tiket kendaraan, hotel, penginapan, liburan, perjalanan atau lainnya yang menggunakan agent tour mulai berpindah ke online travel digital. Para wisatawan pun tidak perlu lagi repot-repot melawan kemacetan untuk antre panjang demi mendapatkan tiket yang mereka inginkan. Dengan begitu, peran Travel Digital mempermudah para wisatawan hanya dalam satu genggaman di tangan dan dengan waktu yang singkat. Adanya Travel Digital yang mudah dalam menampilkan informasi seperti penyampain detail paket travelling pada konsumen, membuat para konsumen merasa bahwa travel digital memanglah berguna di era revolusi seperti ini. Tidak hanya itu, adanya Travel digital juga mempermudah perusahaan untuk mempromosikan penawaran apa saja yang perusahaan tersebut miliki. Sehingga peningkatan produktivitas terbuka lebar. Sebagian agent travel yang sudah mulai sadar akan teknologi digital pun perlahan mulai memikirkan untuk membuat website. Di mana website ini bisa jadi media bantu bagi para konsumen yang jauh untuk bisa memilih paket perjalanan yang mereka butuhkan. Namun untuk selanjutnya tetap dengan transaksi langsung dengan pihak agent travel. Sehingga meskipun ada peran era digital di dalamnya, tetapi tidak sepenuhnya terjadi. Kini para kaum milenial sudah masuk era digital dengan lifestylenya masing-masing yang secara tidak langsung mengubah perilakunya yang lebih kapitalis. Dilihat sekilas mungkin akan muncul anggapan bahwa adanya perkembangan di era digital justru menjadi ancaman tersendiri bagi kaum milenial yang lebih dominan ada, dalam hal ini adalah kaum milenial itu sendiri. Namun benarkah anggapan tersebut terjadi? Benarkah bahwa kaum milenial hanya mengejar lifestyle di era revolusi ini? Lalu bagaimana agar kaum milenial bisa berperan serta membantu industri pariwisata di bidang teknologi? Para kaum milenial di era sekarang ini memang cukup diherankan. Benar adanya bahwa kebanyakan kaum milenial di era sekarang ini lebih mementingkan lifestylenya ketimbang kehidupan yang lebih sosialis, dalam artian lebih sering memilih berkumpul bersama ketimbang di rumah hanya bermain handphone (masih banyak lagi contohnya) . Namun yang dapat dipetik dari anggapan tersebut adalah, dengan adanya lifestyle para kaum milenial dapat meningkatkan produktivitasnya di bidang teknologi, maka secara tidak langsung para kaum milenial telah berperan serta dalam memanfaatkan digital teknologi. Contohnya seperti para selebgram yang jika ingin berlibur, semisal salah satunya ingin ke Bali, mereka hanya memanfaatkan layar gadgetnya untuk tinggal memesan ticket liburan dengan travel digital yang mereka inginkan. Mereka tidak perlu lagi pergi menuju travel agent karena akses teknologi yang sudah praktis. Demikian penjelasan mengenai Travel Digital di Era Revolusi yang dapat saya sampaikan. Kesimpulan dari pernyataan saya adalah Travel digital memanglah membantu karena aksesnya sekarang yang lebih mudah. Untuk para kaum saya sendiri yakni kaum milenial, saya juga berharap bahwa semakin banyak para traveller yang memanfaatkan Travel Digital terlebih untuk kunjungan wisata di Indonesia, saya berharap dapat mengekspose lebih banyak lagi tempat wisata di Indonesia yang masih jarang dikunjungi terlebih di daerah terpencil. Sekian pernyataan ini ada, saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani mengucapkan banyak terima kasih jika tulisan saya ini dibaca hingga akhir namun saya juga mengucapkan maaf jika kiranya ada kalimat yang kurang enak dibaca atau bahkan tidak nyambung.

Dampak Revolusi terhadap pariwisata 4.0 — Jusintaunguhijau

Om Swastyastu Saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani

Setelah revolusi industri, jutaan orang terlibat dalam memproduksi barang dan menyediakan jasa. Hasilnya adalah upah yang lebih besar dan pada akhirnya pendapatan yang lebih banyak. Kemajuan besar dalam teknologi juga menciptakan mesin-mesin yang mengambil alih pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga serta biaya. Alhasil, banyak orang memiliki lebih banyak waktu luang. Dengan adanya faktor-faktor ini, pada pertengahan tahun 1900-an, sarana transportasi umum yang lebih mudah terjangkau tersedia, sehingga arus pariwisata pun terbuka.

Idealnya, pariwisata adalah bisnis ’semua-pihak-untung’. Konsumen meninggalkan rutin normalnya dan dimanja, dihibur, atau dididik. Namun, apa untungnya bagi penyedia jasa wisata? Pariwisata internasional adalah penghasil mata uang asing. Kebanyakan negara membutuhkan mata uang asing untuk membeli barang dan jasa yang harus mereka impor.

Sewaktu pariwisata internasional dimulai, pengalaman mengunjungi negeri asing jarang memuaskan banyak pelancong—padahal perjalanan pada saat itu tidak mudah. Akan tetapi, dewasa ini, komunikasi massa memungkinkan banyak orang melirik dahulu tempat tujuan yang jauh melalui televisi tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan demikian, tempat-tempat rekreasi kini tertantang untuk membuat kunjungan menjadi pengalaman nyata yang menyenangkan seraya menyediakan kenyamanan seperti di rumah sendiri atau bahkan yang lebih baik. Selain itu, karena ada banyak turis yang sering berwisata, tempat-tempat tujuan di dunia sering kali saling bersaing.

Hal ini telah menghasilkan atraksi dan resor-resor yang spektakuler. Misalnya, perhatikan sebuah hotel mewah yang sangat besar . ”Properti ini telah dirancang untuk menjadikan pengalaman Anda benar-benar tak terlupakan,” ”Tapi, bukan itu saja tujuan kami. Kami ingin interaksi Anda dengan warga kami juga menjadikan pengalaman liburan Anda tak terlupakan.” Bagaimana resor-resor demikian memuaskan kebutuhan para tamunya?

Jika Anda pernah berwisata, apakah Anda mendapati bahwa meskipun sudah direncanakan masak-masak, tampaknya selalu ada pengeluaran-pengeluaran yang tak terduga? Penyedia wisata juga mengalami hal itu.

”Industri pariwisata dapat mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat kita yang sedang berkembang” Akan tetapi bahwa tanpa langkah-langkah yang tepat, ”problem sosial yang tak tersembuhkan juga dapat muncul”. [Kita] perlu mempersiapkan diri baik-baik disertai cukup kesadaran tentang berbagai dampak pariwisata modern.” Problem apa yang di maksudkan?

”Negara yang melayani sejumlah besar turis hampir selalu mengalami kemerosotan yang serius dan tak terduga dalam gaya hidup tradisional mereka. Di beberapa tempat, budaya setempat telah lenyap.”
Sebagai contoh, beberapa orang yang bekerja dengan turis mendapati bahwa pada akhirnya mereka mulai membayangkan, secara keliru, bahwa sang pengunjung itu senantiasa berlibur. Warga setempat bisa mencoba meniru gaya hidup yang dibayangkan ini. Yang lain tidak terpengaruh dengan cara seperti itu. Namun, dengan menghabiskan begitu banyak waktu luang mereka di kawasan rekreasi wisatawan, pada akhirnya mereka menanggalkan gaya hidup tradisional mereka. Kadang-kadang, fasilitas yang dibangun untuk para turis menjadi begitu diterima oleh warga sehingga pusat-pusat kebudayaan masyarakat setempat pada akhirnya memudar dan, di beberapa tempat, mati.

Banyak tempat tujuan wisatawan internasional yang populer menghadapi dilema seperti ini. Mereka senang menerima pendapatan yang menguntungkan dari arus pengunjung. Namun, mereka terbebani dengan problem-problem sosial yang ditimbulkan oleh industri-industri yang diciptakan guna memenuhi permintaan turis untuk memenuhi hasrat yang terlarang.

Karena beberapa manfaat terbesar dari pariwisata modern menghasilkan efek yang mengancam kelangsungannya sendiri, ungkapan yang semakin sering terdengar adalah ”pariwisata lestari”. Hal itu memperlihatkan bahwa beberapa pihak mulai sadar bahwa manfaat jangka pendek dari praktek pariwisata yang menguntungkan bisa-bisa menghancurkan sumber keuntungannya sendiri. Ada beberapa permasalahan sulit yang harus diatasi jika industri ini hendak dilestarikan untuk seterusnya.

Efek pariwisata terhadap lingkungan, dampaknya terhadap budaya asli setempat, keseiringan target dari resor dan megaresor yang berorientasi pada profit dengan tujuan nasional negara tuan rumah—hal-hal ini adalah beberapa permasalahan yang sering kali bermunculan yang harus diseimbangkan di masa-masa mendatang. Pada bulan-bulan terakhir ini, permasalahan keamanan cukup merugikan industri perjalanan, dan permasalahan ini pada akhirnya harus diatasi. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan pariwisata modern dalam jangka panjang masih belum terjawab sekarang.

Jika kali lain Anda memutuskan untuk melepas ketegangan rutin sehari-hari dan bersantai di sebuah resor yang jauh dari tempat tinggal Anda, Anda mungkin tidak akan menyepelekan industri global ini—pariwisata nasional dan internasional.

Jika ada kesempatan usaha &Strategi yang saya gunakan — Jusintaunguhijau

Om Swastyastu saya Ni Made Jusinta Mirta Candra Kirani Akan membuka usaha kecil kecilan yang bernama :Putu Dessert Pudding”

Di dunia modern seperti sekarang ini banyak sekali fenomena yang terjadi, terutama pada makanan. Banyaknya makanan yang beranekaragaman yang kita jumpai pada saat ini, tanpa kita sadari banyak mengandung bahan yang tidak sehat, seperti pengawet, pemanis, pewarna dan penyedap rasa.

Hal ini didukung pula oleh kemajuan jaman yang membuat orang lebih memilih pola hidup instant dengan mengkonsumsi makanan cepat saji atau fastfood. Akibat dari makanan ini mungkintidak terlalu dirasakan pada tubuh tetapi dengan konsumsi yang berkelamjutan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dan adapula yang dapat berakibat pada kematian. 

Oleh karna itu, kami hadir untuk memberikan solusi dengan memunculkan sebuat prodak makanan sehat bernama “Putu Desserf Pudding”. Dengan hadirnya prodak ini diharapkan dapat memberikan alternative lain dari dunia makanan yang kurang sehat. Sebab, pudding ini terbuat dari makanan 100% alami, segar, tanpa pemanis buatan dan tanpa bahan pengawet. Pembuatan pudding yang berbahan alami mempunyai keunggulan dapat memperlancar pencernaan dan menyehatkan kulit, sehingga resiko mengundang penyakit relatife kecil. Hal inilah yang bisa menjadi nilai jual untuk menarik konsumen agar memberi produk ini.

Produk pudding ini terdiri bermacam-macam rasa yang bisa dipilih sesuai selera. Selain itu, bisnis makanan yang tiada matinya menjadi peluang besar bagi kami untuk meluncurkan dan mengembangkannya. Hal lain yang kami perhatikan sebelum meluncurkan prodak ini yaitu mengenai aspek pemasaran, manajemen dan keuangan

Aspek pasar dari putu dessert pudding adalah semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Hal ini karena pudding dijual dengan harga terjangkau yang bisa dikonsumsi oleh segala kalangan. Selain itu, hal lain yang mendukung karena dampak dari pengkonsumsian yang berkelanjutan tidak membawa dampak bahaya bagi kesehatan. Sehinngga bisa menarik konsumen untuk membeli produk ink

Produk pudding yang masih jarang di pasaran menjadi peluang besar untuk love pudding agar bisa berkembang dan bisa menarik banyak konsumen. Oleh karena itu, kami menyediakan pudding yang bermacam-macam:

a. pudding tiramisu

b. pudding coklat

c. pudding greentea

e. pudding kaca berlukisan

d. pudding frui Strategi strategi dari usaha ink

Pemasaran dilakukan dengan cara mendirikan rumah love pudding, kemudian didukung oleh kerjasama dengan pihak catering, minimarket dan adapula dengan mobil boxes keliling yang mangkal dikampus-kampus. Pada awal pendirian pemasaran dilakukan dengan pengedaran brosur dan iklan melalui radio yang kemudian di beri potongan harga sebagai harga promosi.untuk menunjang menu yang ditawarkan, kami membuat rumah love pudding ini dengan menonjolkan suatu prodak yang berbeda dari took pudding lainnya. Hal ini guna memberikan kesan yang menarik dan bisa melekat di benak konsumen ketika berkunjung, agar tertarik untuk datang kembali Terimakasih

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai